NEWS

Majikan Penyiksa Adelina Bebas, Anggota Parlemen Malaysia Sebut Ini; Keputusan Tragis!


Ambika (61) majikan penyiksa Adelina

Masih kasus Adelina Lisao (26)? Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal karena kegagalan banyak organ tubuh, menyusul penyiksaan oleh majikan yang dia alami di sebuah rumah di Bukit Mertajam, Negeri Jiran pada tahun lalu. Selain disiksa, korban dipaksa tidur dengan anjing majikan di teras rumah.

Fakta menyedihkan, pengadilan Tinggi di Malaysia membebaskan majikan Adelina Lisao. Keputusan pengadilan ini menuai kecaman karena bukti jelas menunjukkan terdakwa bersalah. Putusan pengadilan keluar setelah jaksa penuntut umum mencabut dakwaan terhadap terdakwa yang bernama Ambika MA Shan (61). Putusan pengadilan pada hari Jumat itu tak hanya membuat Ambika lolos dari hukuman gantung, tapi juga bebas penuh pada Kamis (19/4/19). .

Kelompok pembela hak-hak perempuan, Tenaganita, mengecam keras keputusan pengadilan tersebut. Direktur eksekutif Tenaganita, Glorene A Das, mengatakan putusan pengadilan sangat mengejutkan. Menurutnya, Jaksa Agung harus menjawab mengapa tidak ada keadilan bagi Adelina, ketika ada bukti yang jelas jika kematiannya akibat penyiksaan.

"Adelia merupakan seorang perempuan muda yang dipaksa bekerja selama dua tahun tanpa bayaran. Dia adalah seorang perempuan muda yang tubuhnya (dianiaya) brutal. Kematiannya harus berarti sesuatu," tutur Glorende, pada Sabtu (20/4/19)

Mengapa pemerintah Malaysia mengecewakan? Di mana keadilan bagi Adelina? Pertanyaan tersebut banyak diserukan oleh kalangan aktivis penggerak wanita di Malaysia. Disaat pemerintah Malaysia memerangi perdagangan manusia dan kerja paksa, tetapi faktanya tidak memberikan keadilan bagi para korban seperti Adelina, yang telah disiksa di tempat kerja. Bahkan hingga meninggal dunia. Keputusan ini tentu memberikan kekecewaan mendalam bagi keluarga Adelina.

Kondisi Adelina yang menyedihkan pertama kali diperhatikan oleh tetangga yang peduli. Tetangga itu kemudian memberi tahu seorang jurnalis di Facebook tentang masalah tersebut. Anggota parlemen Bukit Mertajam Steven Sim kemudian mengirim timnya untuk menyelidiki

Seperti kita ketahui, Adelina ditemukan dengan tangan dan kaki yang dipenuhi nanah dan dia hampir tidak bisa berjalan. Luka-lukanya terlihat sulit sembuh. Dia juga diduga dipaksa tidur di teras dengan seekor anjing. Ia meninggal dunia di rumah sakit Malaysia pada 11 Februari 2018 silam. [Etty]