NEWS

Ditipu teman 85,000 NTD, Yuni terpaksa menggadaikan motor


(Source: Google)

Ditipu teman 85,000 NTD, Yuni terpaksa menggadaikan motor

Yuni, seorang pekerja Indonesia di Taiwan ditipu oleh temannya sendiri, A (inisial disamarkan). Dia dijanjikan A kesempatan untuk bekerja di sebuah pabrik pinang di Taiwan, dengan biaya pengurusan kerja sebesar $85,000 NTD atau sebesar 45 juta rupiah.

Yuni awalnya menolak karena ia tidak memiliki uang sebesar itu di Taiwan, dan semua uang tabungannya ada di Indonesia, namun A, yang notabene adalah orang Indonesia yang telah lama tinggal di Taiwan, berjanji untuk membantunya kabur dari agen kerja di Taiwan untuk pulang ke Indonesia.

Setelah melihat sendiri kondisi pabrik dan bertemu dengan calon majikan barunya, Yuni pun mantap untuk menerima tawaran tersebut, maka dia pun kembali ke Indonesia pada tanggal 24 Maret 2019 kemarin.

Setibanya di Indonesia, Yuni menyerahkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pengurusan kerja ke PT yang telah ditunjuk oleh temannya, dan juga mengirimkan uang sebesar 45 juta rupiah. Broker di Taiwan menjanjikan bahwa proses pengurusan kerja akan memakan waktu kurang lebih 1 bulan, namun kenyataannya hingga sebulan berlalu Yuni masih kesulitan untuk berangkat ke Taiwan.

Berdasarkan pengakuan Yuni, ia belum bisa berangkat karena belum ada job order dari Taiwan. Bukan main terkejutnya Yuni, apalagi setelah mendengar bahwa ijin SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dari broker yang telah mengambil uang Yuni sedang mati sehingga masih perlu diperpanjang, yang mungkin masih akan memakan waktu berbulan bulan, tidak hanya 1 bulan seperti yang telah dijanjikan A.

Tak pelak Yuni pun sadar ia telah tertipu, seluruh tabungannya telah habis untuk membayar broker tersebut dan uang untuknya dan anaknya bertahan hidup telah semakin menipis.

Yuni pun menarik kembali semua dokumennya dari agen tersebut dan meminta untuk mundur. Ia berkali-kali mencoba untuk menghubungi A dan mengirim pesan meminta agar uangnya dikembalikan, namun tak ada satupun respon yang diberikan oleh A. Ia pun melapor ke Polda Jakarta, namun proses tersebut memakan waktu yang lama dan uang Yuni semakin menipis sehingga ia kembali mendaftar untuk bekerja sebagai caregiver di Taiwan melalui agen kerja lain dengan bantuan temannya di Indonesia.

Saat ini, Yuni sedang menunggu untuk kembali ke Taiwan. Ia terpaksa menggadaikan sepeda motornya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan anaknya. Dia juga berharap agar bisa segera menemukan A dan mendapatkan uang tabungannya kembali untuk kebutuhan hidup anaknya di Indonesia.