NEWS

DENDA 200JT NTD UNTUK PENJUAL BUTTERFLY PEA


Bunga Butterfly Pea foto dari focustaiwan

DENDA 200JT NTD UNTUK PENJUAL BUTTERFLY PEA

Departemen Kesehatan Kota Taipei menyarankan masyarakat untuk tidak mengkonsumsi Blue Butterfly Pea sebagai makanan atau minuman karena kurangnya penilaian keamanan pangan saat ini untuk tanaman berbunga.

Tanaman berwarna nila bercahaya telah banyak dikonsumsi dalam bentuk minuman dan sebagai bahan dalam memasak oleh orang-orang di bagian Asia Tenggara, karena sifat kesehatan yang diyakini terkandung dalam bunga. Namun, juga telah dikonsumsi masyarakat Taiwan.

Menurut Food and Drug Administration (FDA), Blue Butterfly Pea  saat ini hanya diizinkan untuk digunakan sebagai zat pewarna di Taiwan, dan tidak dipasarkan sebagai makanan atau minuman, kata Wang Ming-li (王 明理), direktur divisi makanan dan obat-obatan departemen kota.

Hal ini dikarenakan  Blue Butterfly Pea mengandung flavonoid, yang diketahui menyebabkan kontraksi rahim. Wanita hamil tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung barang tersebut. Dihimbau kepada masyarakat harus menghindari mengkonsumsi makanan atau minuman yang dibuat hanya dari tanaman ini sampai ada penilaian makanan yang jelas dari FDA.

Menurut Wang, saat ini ada empat toko minuman di Taipei yang menggunakan bunga sebagai zat pewarna, dan sejauh ini belum ada yang menggunakan FDA untuk menyetujui produk makanan atau minuman mereka dari kacang kupu-kupu Blue.

Wang juga  memperingatkan siapa pun yang ketahuan menjual tanaman berbunga ini sebagai makanan atau minuman akan dikenakan denda mulai dari NT$ 60.000 hingga NT$ 200 juta. Masalah di bawah Undang-Undang yang Mengatur Keamanan dan Sanitasi Makanan Pangan.

[Etty]