NEWS

Tak Mampu Membayar Tebusan Rp 30 Juta, Jenazah Herman Tertahan di Malaysia


Foto dokumen almarhum

Jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kota Mataram yang meninggal di Malaysia terlantar karena tidak mampu menanggung biaya penebusan senilai Rp 30 juta. Herman Mahsun (35), lelaki asal Lingkungan Batu Ringgit Selatan, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Mataram ini bekerja ke negeri Jiran tiga tahun lalu. Namun ia melalui jalur tidak resmi, almarhum menggunakan paspor pelancong pada 13 Mei 2016 silam.

Almarhum meninggal dunia karena mengidap penyakit radang paru paru. Sempat menjalani perawatan di Hospital Sungai Buloh, Petaling District, Selangor, Malaysia. Dua pekan dirawat, almarhum meninggal dunia. Hingga berita ini diturunkan, jenazah almarhum masih belum jelas pengurusannya. Biaya untuk rumah sakit sebesar 13.000 ringgit atau setara Rp 24 juta. Belum termasuk ongkos pemulangan.

Kedua orang tua Herman tergolong miskin dan tidak punya penghasilan tetap. Sehingga biaya pemulangan jenazah sebanyak itu tidak mampu ditanggulangi. 

“Kita sangat berharap ada bantuan dari BP3TKI atau dari mana saja, yang penting bisa dibawa pulang,” tutur orang tua almarhum.

Pihak keluarga sudah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di Selangor, namun belum juga ada kejelasan. Laporan juga disampaikan pekan lalu ke BP3TKI NTB dan sudah direspons meski belum ada kepastian. Pada saat datang pertama, BP3TKI meminta kelengkapan dokumen. Kemudian kedatangan kedua minta buat pernyataan. Tapi sampai sekarang belum diinformasikan perkembangannya, sehingga jenazah masih tertahan di Malaysia. [Etty]