NEWS

Tenaga Kerja Wanita Indonesia Mendominasi Pekerja Migran di Taiwan!

Foto diambil dari google

Berdasarkan hasil survei, tahun ini jumlah pekerja migran di Taiwan kian meningkat. Saat ini terdapat 706.000 pekerja migran yang terdaftar secara resmi bekerja di Taiwan. Menurut data Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) Taiwan, dari jumlah tersebut 90 persen berasal dari Indonesia dan Vietnam. Pernyataan ini dikeluarkan oleh pihak DGBAS Taiwan pada hari Sabtu (01/6/19) lalu.

Jumlah ini mengalami peningkatan pesat sebesar 3,3% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tiga negara penyumbang terbanyak sumber daya manusia (SDM) ke Taiwan adalah Indonesia sebanyak 271.000 orang pekerja atau setara dengan 38,4 persen. Disusul dengan Vietnam yang mencatat 221.000 pekerja atau sekitar 31,4 persen. Sedangkan di posisi ketiga, diduduki oleh pekerja migran dari Filipina sebesar 154.000 orang atau sebanyak 21,8 persen.

Tenaga kerja wanita (TKW) memegang jumlah terbesar sebagai pekerja migran di Taiwan. Hal ini berdasarkan data jumlah pekerja wanita mencapai 385.000 orang atau setara dengan 54,6 persen. Sementara sebanyak 45,4 persen atau sebanyak 321.000 pekerja migran laki-laki. Untuk bidang pekerjaan, 447.000 orang pekerja migran atau sekitar 63,3 persen bekerja di bidang manufaktur, konstruksi, dan sektor pertanian Taiwan. Sedangkan lebih dari 70 persen pekerja di sektor ini adalah laki-laki dan 76,2 persen berusia di bawah 35 tahun.

Kota Taoyuan merupakan pemakai pekerja migran terbanyak dalam sektor manufaktur, konstruksi, dan pertanian. Di daerah ini terdapat sebanyak  91.000 pekerja migran. Kemudian disusul oleh kota Taichung yang memiliki sebanyak 78.000 pekerja migran yang bekerja di sektor manufaktur, konstruksi, dan pertanian. Sedangkan untuk peringkat ketiga, yakni Kota New Taipei, yang mencatat sebanyak 56.000 pekerja migran yang bekerja di sektor tersebut.

Untuk sektor perawatan dan layanan rumah tangga, kota Taipei merupakan kota pertama yang menggunakan pekerja migran, dengan jumlah 44.000 orang. Kemudian disusul oleh kota New Taipei yang mempekerjakan sebanyak 43.000 orang pekerja migran di bidang jasa perawatan lansia dan asisten rumah tangga. [etty]