NEWS

Ribuan Pekerja Migran Padati Aula Taipei Main Station Merayakan Idul Fitri

Merayakan Hari Idul Fitri di perantauan, tak lantas menyurutkan semangat rekan-rekan pekerja migran Indonesia (PMI) untuk menjalin silaturahmi. Minggu (9/7/19) merupakan minggu pertama perayaan Idul Fitri 1440H. Taipei Main Station (TMS) yang juga dijuluki rumah kedua pekerja migran Indonesia menjadi tempat pilihan bagi PMI untuk bertemu dengan kerabat dari kampung halaman untuk merayakan lebaran.

Meskipun pada hari tersebut terdapat beberapa acara diselenggarakan di kota Taipei sebagai sarana silaturahmi dan halal bihalal. Namun, sebagian dari mereka memilih tinggal di Taipei main stasion untuk mengikuti Tabligh Akbar ataupun duduk santai di aula dan bercakap-cakap dengan rekan sejawat. Meskipun ada beberapa pekerja yang tidak mendapat libur dan mereka harus membawa pasien yang dirawat saat keluar.

Berdasarkan data statistik ketenagakerjaan, ada sebanyak 270,890 pekerja migran Indonesia di Taiwan. Negara dengan populasi tertinggi umat muslim di dunia ini memberi pengaruh besar pada perputaran ekonomi di pulau Formosa. Apalagi sebanyak 43.000 pekerja migran Indonesia adalah wanita yang bertugas menjaga  pasien, karena keluarganya sibuk bekerja.

Pihak Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei mengeluarkan surat edaran pemberitahuan tentang perayaan Idul Fitri yang jatuh pada hari Rabu kepada majikan. Namun, karena hari biasa mereka bekerja, sehingga jatah libur banyak yang ditukar pada hari Minggu, dimana mereka bergantian menjaga pasien. Sehingga pada hari tersebut 80% aula Taipei Main station dipadati oleh pekerja Indonesia.

Saat diwawancari kontributor TIMedia, Nani pekerja asal Changhua menuturkan, dirinya tidak pernah libur sama sekali. Majikan hanya memperbolehkannya keluar saat lebaran. Sehingga pada hari tersebut, dirinya bisa keluar ke Taipei untuk bertemu dengan saudara yang sudah dua  tahun tidak berjumpa.

“Awalnya saya merasa pusing dan bingung melihat keramaian di sini. Karena ini pertama kali saya datang ke Kota Taipei untuk bertemu saudara yang lama tidak berjumpa. Saya sangat senang sekali dapat bertemu dan saling bercerita, meski lebaran tidak dapat pulang ke kampung halaman,” pungkas Nani. [Etty]