NEWS

Larangan Penggunaan Sedotan Plastik di Taiwan Telah Diberlakukan

Peraturan Taiwan yang melarang penggunaan sedotan plastik sekali pakai mulai berlaku sejak Senin kemarin (1 Juli).

Pada bulan Mei, Administrasi Perlindungan Lingkungan (EPA) mengumumkan bahwa "Pembatasan Penggunaan Sedotan Plastik Sekali Pakai" akan berlaku untuk pemerintah, sekolah, toserba, mall, dan tempat makan cepat saji. Pelanggar akan pertama menerima peringatan dan dikenai denda antara NT $ 1.200 (US $ 38) dan NT $ 6.000 jika pelanggaran masih berlanjut.

Untuk saat ini, sedotan plastik masih dapat diberikan kepada pelanggan yang memesan makanan untuk dibawa atau dikirim. Sementara itu, Wakil Kepala Lingkungan Shen Chih-hsiu (沈志修) mengatakan bahwa larangan tersebut akan diberlakukan juga kepada makanan yang dibawa keluar pada tahun 2020, namun tidak menutup juga kemungkinan peraturan tersebut akan diberlakukan mulai tahun ini juga.

Administrasi Perlindungan Lingkungan mengatakan bahwa sekitar 8.000 toko yang terkena dampak peraturan tersebut dapat juga mengambil jalur alternatif, seperti menggunakan sedotan yang terbuat dari kertas, bambu, stainless steel, silikon, atau bisa juga menyediakan minuman tanpa sedotan. Peraturan ini diperkirakan akan mengurangi banyaknya jumlah sedotan yang digunakan di Taiwan, yakni 3 miliar setiap tahunnya, sebanyak 100 juta.

Menurut Menteri EPA Chang Tzi-chin (張子敬), sedotan plastik adalah sumber utama pencemaran laut, membahayakan kehidupan laut dan ekosistem. Dia memuji upaya beberapa bisnis yang telah menerapkan larangan tersebut jauh sebelum tanggal diberlakukannya.

Otoritas lingkungan akan menentukan apakah akan memperluas peraturan untuk untuk minuman yang dibawa pulang dan toko teh buatan tangan setelah setahun. Toko di Taiwan yang telah berhenti menawarkan sedotan plastik sekali pakai antara lainnya adalah McDonald, KFC, Breeze Center, IKEA, Carrefour, Decathlon Group, TGI Friday's, Subway, dan Shin Kong Mitsukoshi.

Mal Shin Kong Mitsukoshi di Taipei memperkirakan bahwa penghentian sedotan plastik akan mengurangi limbah plastiknya sebesar 65 metrik ton per tahun, setara dengan jumlah sampah yang dihasilkan keluarga dengan jumlah kecil selama 77 tahun. Wakil Presiden Manajemen Rantai Persediaan di McDonald's di Taiwan, Lin Li-wen (林麗文), memperkirakan bahwa penghentian sedotan akan mengurangi limbah plastik di perusahaan sebesar 16 persen.

Sementara, untuk bubble tea, sebuah usaha baru bernama “100% Bebas Plastik” (100%植) membuat sedotan yang terbuat dari bahan-bahan yang aman seperti tebu dan bubuk kopi. Perusahaan lain, Float, juga mendesain gelas yang dapat digunakan ulang yang dirancang untuk dapat meminum bubble tea tanpa sedotan.

(Source: Taiwan News)