NEWS

Alis Juariah, PMI 21 Tahun Bekerja di Arab Alami Kekerasan dan Penyekapan

 

Selpi mengharap bantuan Presiden Bp. Jokowi untuk membebaskan ibunya

Kecemasan selalu meliputi Selpi Lusniawati (27), dengan memandangi dan mendekap foto terakhir sebelum sang ibu, Alis Juariah (46) memutuskan merantau menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi 21 tahun silam. Saat itu Selpi masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), hingga sekarang telah berkeluarga. Selama bekerja, sang ibu hanya dua kali mengirimi uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah.

“Sejak ibu pergi untuk bekerja saya tinggal sama paman. Sekarang saya sudah menikah sudah punya anak dua,” tutur Selpi. 

Wanita asal Kampung Muhara RT 001/010, Desa/Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini kehilangan kontak dengan ibunya sejak tahun 2000 silam. Ia baru mendapat kabar lagi pada tahun 2014. Alih-alih kabar gembira yang diterima, tetapi justru menyedihkan. Ternyata, sang ibu ingin pulang, tetapi oleh majikannya tidak diperbolehkan. Bahkan, ia sering disekap dan disiksa hingga menjalani 20 jahitan karena tangannya ditusuk.  

Dalam salah satu suratnya, Alis meminta keluarga untuk melapor dan melakukan berbagai cara agar ia bisa segera dipulangkan ke tanah air karena sudah tidak tahan mengalami penyiksaan. Mendengar penderitaan Alis, pihak keluarga sudah bolak-balik melapor ke Jakarta. Mereka juga menjual apa yang dimiliki untuk biaya perjalanan, tetapi titik terang belum ditemukan. Saat ini Selpi dan keluarga mengharap pertolongan Presiden R.I Ir. H Joko Widodo.

Mendengar kabar tentang warganya yang mengalami penyiksaan, Kepala Desa Haurwangi, Iwan Sulaeman langsung berkordinasi dengan Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (Astakira) Pembaharuan selaku lembaga advokasi pekerja migran dan mereka siap membantu. Ketua DPC Astakira Pembaharuan Cianjur Najib Ali Hildan mengatakan, telah mengumpulkan informasi terkait pekerja migran Indonesia (PMI) Alis Juariah, termasuk melacak keberadaannya dan mendapatkan nomor telepon majikan. Namun setelah dihubungi langsung dan minta untuk bicara dengan Alis Juariah, majikannya mengaku tengah berada di luar negeri. Meskipun majikan terkesan mempersulit, Astakira akan terus mendorong instansi terkait agar Alis Jauriah secepatnya dipulangkan ke Indonesia.  [Etty]