NEWS

Kapal Jin Long Tai dengan 7 ABK Asal Indonesia Hilang di Samudera Pasifik

Foto dari Taiwan News

Sebuah kapal ikan Jin Long Tai 6 yang berlayar sejak 6 Juli sejauh 2.600 mil laut dari Nanfangao ke zona timur laut mengalami putus komunikasi di jarak 700 mil di Samudera Pasifik. Kapal hilang komunikasi pada hari Rabu (21/8/19). Kapal tersebut dinahkodai seorang kapten asal Taiwan dan teknisi kapal asal Cina, sedangkan ke tujuh awak kapal lainnya adalah Anak Buah Kapak (ABK) asal Indonesia. Kapal Jin Long Tai 6 merupakan longliner tuna dengan panjang 25,7 meter dengan berat 86,73 metrik ton.

Awalnya pemilik kapal Hong Qi-chen mengira jika terjadi pembajakan atas kapalnya oleh ABK atau mengalami kerusakan, sehingga semua tombol otomatis dimatikan atau tidak dapat beroperasi. Satelit darurat kapal juga tidak memancarkan sinyal kapal tenggelam atau sinyal pertolongan.

“Kemungkinan yang paling dikhawatirkan adalah jika kapal dibajak. Mungkin para ABK migran dan kapten bernegosiasi. Semua tombol dimatikan sehingga sinyalnya terputus.” Tutur Hong Qi-chen, Pemilik kapal Jin Long Tai 6.

Setelah hilang kontak, pemerintah Taiwan meminta bantuan kepada Amerika Serikat dan Jepang untuk melakukan pencarian. Namun, ternyata kekhawatiran pemilik kapal tidak tepat, karena pada hari Jumat (22/8/19) agen-agen USA melaporkan, jika puing-puing kapal tersebut terdeteksi oleh  sebuah kapal container Jepang di sekitar enam mil dari laut di mana kapal tersebut dinyatakan hilang. Saat berita ini diturunkan puing kapal tersebut belum dapat dievakuasi, karena tengah meminta bantuan beberapa kapal Taiwan untuk memastikan identitas kapal tersebut benarkah Jin Long Tai 6. [Etty]