NEWS

Hendak Menyusul Istri ke Taiwan, Rudi Mendekam di Penjara

Rudi (30), asal Tulungagung, awalnya berkeinginan untuk menyusul istrinya yang bekerja menjadi TKW di Taiwan, namun akhirnya ia malah ditangkap polisi.

Usut punya usut, ternyata uang yang ia pakai untuk mengurus semua keperluan keberangkatan ke Taiwan ia dapatkan dari hasil menggelapkan truk milik Mardjito (42), yang berasal dari Blitar.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa Rudi dan Mardjito awalnya adalah rekan bisnis. Tersangka merupakan sopir truk yang notabene adalah truk milik korban, dan mereka menggunakan sistem setoran.

Rudi berkewajiban menyetor uang Rp 200,000 ke Mardjito setiap kali dapat panggilan kerja. Namun pada awal Agustus 2019, Mardjito melaporkan Rudi ke Polsek Pucanglaban. Mardjito mengaku bahwa truk Toyota Dyna miliknya digadaikan secara sepihak oleh Rudi.

Awal kerjasama pada Desember 2018, Rudi masih rajin menyetor uang pada Mardjito, namun semakin lama setoran semakin tidak rutin, hingga akhirnya tidak membayar sama sekali.

Awal Mei 2019, Mardjito pun mendapat kabar bahwa truk miliknya tidak ada di rumah Rudi. Setelah diselidiki, ternyata truk itu sudah digadaikan ke orang lain. Bahkan Rudi sendiri pun mengaku bahwa truk itu digadaikan senilai 5 juta rupiah kepada seseorang dengan inisial D, dan kemudian berpindah tangan lagi ke orang lain. Korban pun melapor ke Polsek Pucanglaban.

Anggota Unit Reskrim Polsek Pucanglaban menangkap Rudi pada hari Sabtu, 17 Agustus, tidak jauh dari rumahnya. Ia pun kemudian dibawa ke Mapolsek Pucanglaban untuk menjalani proses hukum. Kini ia pun harus meringkuk di balik jeruji penjara.

Kepada penyidik, Rudi mengaku sedang butuh uang untuk menjemput istrinya ke Taiwan. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa istri Rudi sedang bermasalah di Taiwan sehingga kepulangannya harus dijemput.

Sementara itu Rudi telah ditahan dan dijerat pasal 372 KUH Pidana dan atau pasal 378 KUH Pidana, tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

(source: Tribun News)