NEWS

PMI Singapura Bergabung dan Danai Kegiatan ISIS

PMI Singapura Bergabung dan Danai Kegiatan ISIS 

Tiga pekerja migran Indonesia (PMI) di Singapura ditahan polisi, karena diduga terlibat dan mendanai jaringan Islamic State of Irac and Syria (ISIS).  Ketiga wanita tersebut yang telah bekerja di Singapura selama 6-12 tahun adalah Anindia Afiyantari (33), Retno Hernayani (36), dan Turmini (31).

Berdasarkan keterangan Kementerian Dalam Negeri Singapura (MHA), menuturkan ketiga warga negara Indonesia tersebut saling berkenalan dan terpapar radikalisme pada tahun 2018 silam.Anindia dan Retno pertama bertemu di sebuah acara di Singapura saat keduanya sedang libur, sedangkan Turmini berkenalan dan berkomunikasi dengan keduanya melalui media sosial. Seiring berjalannya waktu, mereka mengembangkan jaringan kontak online asing yang pro-militan, termasuk 'pacar-pacar online' dan  berbagai ideologi pro-ISIS.

Ketiga wanita tersebut didorong melalui komunikasi online agar mereka bermigrasi ke Filipina Selatan, Afghanistan atau Afrika untuk bergabung dengan kelompok pro-ISIS di sana. Melalui sejumlah akun media sosial ketiganya memberikan dukungan online terhadap ISIS secara aktif, dengan masing-masing membuat postingan material pro-ISIS. Ketiganya juga menyumbangkan sejumlah dana kepada entitas-entitas di luar negeri untuk tujuan terkait terorisme, seperti mendukung aktivitas ISIS dan kelompok Jemaah militant lainnya.

Selain itu, MHA menyebut ketiganya tertarik pada visual kekerasan yang disebarkan dalam platform-platform ini, seperti serangan bom dan video pemenggalan ISIS, juga propaganda daur ulang tentara kemenangan masa lalu (ISIS) di medan tempur. Meskipun ISIS telah mengalami kekalahan territorial, tetapi keberadaan militannya masih menjadi ancaman dunia. MHA menambahkan, meskipun ketiga wanita Indonesia tersebut diketahui tidak memiliki rencana melakukan kekerasan di Singapura, tetapi tindakan radikalisme dan hubungan mereka dengan kelompok di luar negeri memberikan ancaman bagi keamanan negara. (Etty)