NEWS

Sebelas PMI di Korea Meraih Gelar Sarjana


(foto dok. WeGe Al Fatih)

Sebelas PMI di Korea Meraih Gelar Sarjana

Bulan September merupakan bulan yang bersejarah bagi sebelas pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tengah bekerja di Negeri Ginseng ini. Pasalnya pada hari tersebut perjuangan mereka untuk  mengenakan toga dan menyandang gelar sarjana terwujud. Perjuangan panjang yang mereka tempuh di jenjang perkuliahan Universitas Terbuka Korea Selatan berbuah manis. Dengan penuh kebahagiaan, sebelas mahasiswa UT Korea tersebut mengikuti upacara penerimaan ijazah (UPI) yang bersamaan dengan diselenggarakannya Festival Indonesia 2019. Sebuah festival terbesar yang diadakan oleh KBRI yang bekerja sama dengan pemerintah Kota Seoul untuk mempromosikan kebudayaan, pariwisata dan investasi.

Acara berlangsung dengan meriah. Dimulai dari arak-arakan dengan tarian Barong Bali di Cheonggye Plaza, di Jantung Kota Seoul, di tepi sungai Cheonggyecheon, sungai percontohan yang sempat dikunjungi Presiden Jokowi tepat satu tahun lalu. Toga dan Selempang Kelulusan disematkan secara bersamaan oleh Duta besar RI Seoul Umar Hadi dan Kepala Pusat Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri (PPMLN) Universitas Terbuka, Dra. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D. Setelah upacara wisuda, merekapun dihibur oleh beragam kesenian Indonesia, seperti tari-tarian nusantara hingga pertunjukan Reog Ponorogo.

Kesibukan mereka sebagai pekerja migran, bukanlah penghalang untuk meneruskan  pendidikan di bangku perkuliahan dan menjadi lulusan UT Korea. Dubes Umar  memberikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras dan kegigihan para wisudawan hingga meraih gelar pendidikan. Dilansir dari Viva.news, mantan Konjen RI di LA tersebut  uga berpesan agar ke depannya semakin banyak pekerja migran Indonesia  memanfaatkan UT Korea dengan baik.

“Inilah Universitas negeri yang sengaja didesain untuk orang sibuk seperti kalian semua. Universitas ini memang tidak serta merta memberikan lapangan pekerjaan tatkala kalian pulang ke Tanah Air, tapi yang pasti akan mengubah pola fikir dan cara pandang sehingga mampu berkreasi dalam menyelesaikan aneka tantangan hidup," ujarnya.

Tahun ini terdapat 15 PMI yang lulus dan sebelas wisudawan mengikuti UPI di Korea. Selama sembilan tahun berdiri, UT Korea telah  meluluskan 126 wisudawan. Jumlah tersebut sebenarnya lebih banyak lagi. Namun sebagian besar dari mereka melanjutkan kuliah dan diwisuda di Tanah Air karena kontrak kerja mereka di Korea yang hanya tiga tahun mengharuskan mereka pindah dan melanjutkan studinya di Tanah Air.

UT Korea didirikan 9 tahun lalu dan terdapat 1.388 mahasiswa yang terbagi tiga jurusan yaitu, Ilmu Komunikasi, Manajemen dan Bahasa Inggris. Sebagian besar dari mereka berstatus sebagai Pekerja Migran Indonesia. UT Korea aktif berkegiatan dengan inisiasi Persatuan Pelajar Indonesia di Korea Selatan (PERPIKA). Pada tahun 2014, UT Korea terdaftar secara resmi sebagai NGO di Korea. Hal ini memungkinkan UT Korea mendapatkan berbagai fasilitas dari Pemerintah Korsel. Saat ini, UT Korea melibatkan 40 mahasiswa S2 dan S3 sebagai tutor per semesternya.

Berdasarkan data dari Kantor Imigrasi Korea dan Human Resources Development of Korea (HRDK), hingga 31 Juli 2019 jumlah WNI di Korea Selatan sebanyak 41,574 orang. Hampir sebagian besar dari mereka adalah PMI. Sedangkan jumlah pelajar dan mahasiswa adalah sebanyak  1.500 orang.

(Etty)