NEWS

Dicurigai Terjangkit Virus Corona, BMI Jawa Timur Dipulangkan dari Hongkong

Dicurigai Terjangkit Virus Corona, BMI Jawa Timur Dipulangkan dari Hongkong

Kasus Virus Corona atau COVID- 19  memberikan momok tersendiri bagi para majikan.  Salah satunya dengan tidak memberikan libur kepada para pekerja, karena mereka takut tertular di luar rumah. Namun, berbeda dengan Fathu Khoiruyyana (31), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Kelutan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ini dipulangkan dari Hongkong, karena dicurigai terinfeksi Virus Corona saat berlibur ke China bersama keluarga majikan.

Yana diajak ke China pada 25 Januari 2020 lalu untuk merayakan Imlek bersama keluarga majikan. Setelah tiga hari di China, 27 Januari 2020 ia bersama majikannya sekeluarga kembali ke Hongkong. Sehari setelah tiba di Hongkong, Yana mengalami sesak nafas, panas, nyeri dada, batuk, dan pilek. Kondisi yang dialaminya hingga satu minggu, tepatnya 04 Februari 2020. Namun, ia tidak memberitahu majikannya.

Puncaknya, pada 05 Februari, Yana mengalami sesak dan nyeri dada hingga tembus punggung. Setelah memberanikan diri melapor ke majikan, akhirnya dia dibawa ke dokter untuk periksa. Saat tiba di dokter pertama, dia ditolak untuk diperiksa karena memiliki  riwayat bepergian ke China.

Kemudian Yana melakukan pemeriksaan ke dokter kedua, tetapi dia tidak memberi tahu jika ia baru saja dari China. Sehingga dokter memeriksanya dengan  hasil diagnosa dinyatakan maag. Kemudian, dokter memberikan resep obat. Sayangnya, hingga tanggal 08 Februari 2020, kondisi Yana belum membaik. Dia pun akhirnya diperiksa ke rumah sakit lagi. Pasca periksa dari rumah sakit itulah sang majikan langsung mengantarkan Yana pulang ke agensi. Sehari kemudian, dia dipulangkan ke Indonesia.

“Saat ke rumah sakit, saya dijemput ambulance setelah majikan telpon rumah sakit. Setelah diperiksa di rumah sakit, saya dijemput majikan dan ternyata dipulangkan ke agensi. Katanya majikan takut saya sudah terkena virus, sehingga tidak dipulangkan ke rumahnya,” jelas Yana.

Atas permintaan tim Dinas Kesehatan Nganjuk, Yana harus cek kesehatan di Puskesmas Ngronggot. Hasil sementara pemeriksaan, kondisi kesehatan wanita tersebut  dinyatakan normal. Meski demikian, ia  harus menjalani proses observasi hingga tanggal 23 Februari mendatang, dan setiap dua hari sekali Yana akan dicek kesehatannya oleh tim.medis Dinkes Nganjuk.

Sejak kedatangannya pada Senin (10/02/20) lalu, ia diharuskan memakai masker. Apabila hingga tanggal 23 Februari, kondisi kesehatannya tetap baik, maka ia diperbolehkan melepas masker dan berinteraksi normal dengan orang lain. Hingga saat ini, Yana diminta untuk lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan orang lain termasuk keluarganya.

[Etty]