NEWS

Menggunakan Visa Palsu, 4 WNI Dideportasi dari Taiwan

Menggunakan Visa Palsu, 4 WNI Dideportasi dari Taiwan

Empat warga negara Indonesia (WNI) ditolak masuk ke wilayah Taiwan oleh petugas imigrasi di Bandara Internasional Taoyuan pada Minggu malam (8/03) karena menggunakan  visa elektronik Selandia Baru yang palsu. Mereka menggunakan penerbangan Scoot Bandara Internasional Taoyuan, pada pukul 05:00 waktu negara setempat.

Dalam konferensi pers yang digelar, Badan Imigrasi Nasional (NIA) Taiwan mengatakan bahwa keempat WNI tersebut berusaha memasuki Taiwan dengan masing-masing memegang Otoritas Perjalanan Elektronik asal Selandia Baru (ETA) dan Aplikasi Online untuk R.O.C. (Otoritas Perjalanan) Taiwan.

Di Taiwan, warga negara Indonesia diizinkan memasuki negara kepulauan tersebut secara bebas visa untuk masa tinggal hingga 30 hari jika mereka memegang kedua dokumen tersebut. Namun, petugas imigrasi bandara Taoyuan mencurigai bahwa dokumen ETA milik keempat WNI itu palsu. Setelah melakukan koordinasi dengan rekan-rekan di Selandia Baru, mereka memberi tahu tidak pernah memberikan dokumen ETA kepada empat WNI tersebut.

Saat memberikan keterangan, keempat WNI tersebut mengaku mengunjungi teman dan kerabat mereka yang berada di Taiwan. Namun, para pelaku  tidak  dapat memberikan nomor kontak kerabatnya saat ditanyai oleh petugas imigrasi bandara Taoyuan. Dari keempat orang tersebut tidak satu pun yang memiliki tiket kembali ke Indonesia. Mereka mengaku  membeli dokumen ETA palsu di Indonesia masing-masing seharga Rp 9 juta.

Setelah dilakukan pemeriksaan sesuai jalur hukum, keempat orang teersebut akan dikirim kembali ke Singapura, tempat keberangkatan mereka sebelum terbang ke Bandara Taoyuan  Taiwan.

[Etty]