NEWS

Salah Hitung Masa Karantina, PMI Terancam Denda NTD 100.000

Salah Hitung Masa Karantina, PMI Terancam Denda NTD 100.000

Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja sebagai perawat di New Taipei terancam denda karantina sebesar NTD 100.000 karena salah menghitung tanggal selesai karantina dan melakukan kegiatan di luar rumah sebelum waktunya.

PMI tersebut kembali ke Taiwan pada tanggal 18 Maret lalu dan harus menjalani masa karantina selama 14 hari sesuai ketentuan undang-undang. Perhitungan karantina seharusnya berakhir sampai 3 April, tetapi pada 2  April ia telah keluar dan melakukan aktivitas di luar rumah. Pihak majikan pun menemaninya untuk melapor ke anggota Dewan New Taipei City Zhang Wei Qian agar memberikan pendampingan guna mendapatkan keringanan terkait kasus tersebut.

Zhang menjelaskan, PMI tersebut masuk ke karantina pada 19 Maret, 2020. Dalam perhitungan karantina 14 hari, petugas karantina salah menghitung, hari pertama kedatangannya telah dihitung sebagai hari pertama, padahal seharusnya hari pertama karantina dihitung sehari setelah masa kedatangan, sehingga ada selisih waktu 1 hari. Pada tanggal 2 April, PMI keluar dari tempat karantina. Namun di siang hari petugas menangkapnya, mengatakan bahwa waktu karantinanya belum usai.

Padahal selama 14 hari berturut-turut, PMI tidak memiliki catatan rekaman melakukan aktivitas ke luar rumah, yang berarti ia bersikap kooperatif terhadap peraturan. Ia tidak sengaja melanggar masa karantina. Zhang berharap pemerintah kota New Taipei City dapat memberi keringanan terhadap jumlah denda tersebut.

[Etty]