NEWS

Sakit Perut Tak Tertahan, Dewi Menderita Usus Buntu

Sakit Perut Tak Tertahan, Dewi Menderita Usus Buntu

Sejak setahun lalu, Dewi sering merasakan sakit perut yang tidak tertahan, tetapi ia menganggap itu hanya sekedar sakit perut biasa yang tidak membahayakan. Hingga puncaknya pada Jumat (15/5), pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Eretan, Indramayu, Jawa Barat ini harus dilarikan ke Lukang Cristian Hospital. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter memvonisnya menderita usus buntu dan harus menjalani operasi.

Wanita yang hampir tiga tahun (31 bulan) bekerja di Taiwan ini dalam kesehariannya merawat seorang nenek di daerah Lukang, Changhua. Mengetahui salah satu warga Indramayu mendapat cobaan, Tim Peduli Pantura yang diwakili oleh Aby Fhauzy datang menjenguk, sekaligus memberikan dukungan untuk pasien. Selain itu, Pantura Peduli juga membantu pengurusan administrasi dan mendampingi pasien sebagai bentuk empati, mereka juga menginfokan kepada ranting-ranting organisasi, sehingga dapat bergilir menjenguk pasien.

Saat dikunjungi, Dewi mengucapkan terima kasih kepada tim Pantura Peduli dan seluruh rekan-rekan yang telah membantu dan mendoakan kesembuhanya. Dukungan dari sahabat dan rekan-rekan  menjadi penambah semangat dan ketegarannya melalui cobaan di negeri orang.

Ia pun berpesan kepada rekan-rekan yang lain, agar jangan pernah mengabaikan sakit yang dirasakan, sehingga berakibat fatal seperti yang ia alami. Jika merasa tidak enak badan, segera berobat dan jangan sungkan memberi tahu kepada majikan.

“Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh tim Pantura Peduli yang telah menjenguk dan banyak membantu saya menjalani pengobatan. Pesan saya untuk teman-teman semua, tetap selalu jaga kesehatan dan jangan abai pada apa yang kita rasakan, sehingga berakibat fatal, seperti ini,” tutur Dewi.

[Etty]