NEWS

Onah, PMI Asal Cirebon Alami Tulang Punggung Retak Karena Infeksi

Onah, PMI Asal Cirebon Alami Tulang Punggung Retak Karena Infeksi

Bermula dari demam dan merasa badan nyeri, dokter memvonis Onah BT Marina Sangi (33) mengidap penyakit Selulitis, Osteomilies (Infeksi bakteri di kulit dan lapisan yang ada di bawahnya).

“Saya ingin sembuh, sehingga dapat bekerja lagi di Taiwan, mencari rezeki untuk masa depan anak saya,” isaknya penuh kesedihan.

Di tengah semangat perayaan HUT RI Ke-75, Onah harus berjuang dari penyakitnya seorang diri di Taiwan. Pada 28 Juni, wanita asal Cirebon ini menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit THAI’TA CUTHUNG, karena mengalami demam tinggi dan terdapat gumpalan nanah di punggungnya pecah.

Setelah 1,5 bulan mengalami rasa nyeri dipunggung, Onah akhirnya memberanikan diri untuk berobat ke rumah sakit. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter mengatakan tulang punggungnya retak. Mengetahui Onah sakit, majikannya tidak mau mempekerjakannya lagi dan mengantar wanita tersebut ke tempat agensi, lalu melakukan pemutusan kerja.

Takut diketahui agensi bahwa ia sakit, Onah pun berusaha menyembunyikan penyakit dan rasa sakit yang dideritanya. Bahkan ia sempat menutupi punggungnya yang semakin hari kian membengkak dengan memakai jaket. Onah tinggal di tempat agensi selama tiga minggu sambil menunggu mendapat majikan baru, sampai akhirnya ia mulai bekerja pada sebuah panti jompo. Namun saat ia mengangkat seorang pasien, benjolan di punggungnya pecah hingga mengeluarkan nanah kental dan berbau antir.

Peristiwa tersebut sontak membuat PMI lain yang berada di panti ketakutan, mereka segera melarikan wanita tersebut ke rumah sakit dan kemudian menjalani perawatan di ICU. Dokter langsung menanganinya dengan memasang selang untuk mengeluarkan nanah dari dalam tubuhnya, yang hampir memasuki ginjal sebelah kanan. Dokter mengatakan bahwa genangan nanah tersebut sudah menggenangi bagian tubuh, sehingga tulang punggungnya mengalami peradangan.

Pemutusan hubungan kerja yang dilakukan majikannya membuat kartu kesehatan Onah  tidak dapat digunakan, sehingga biaya rumah sakit menjadi mahal berkisar NTD 70.000. Onah sudah bekerja di Taiwan sekitar 4 tahun, Ia pertama bekerja di Taichung menjaga seorang kakek. Karena tidak kuat membayar, akhirnya keluarga majikan mengirim kakek ke panti dan membiarkan Onah mengganti majikan kedua di daerah Chiayi untuk menjaga seorang nenek. Namun siapa sangka ujian berat menerpanya. Onah memiliki seorang putra yang berumur 7 tahun yang dirawat oleh kakaknya yang bekerja sebagai buruh serabutan di kampung halaman, sedangkan orangtuanya telah lama tiada.

[Etty]