NEWS

Taiwan Pertimbangkan Agar Pendatang Asing Lakukan Tes COVID-19 Setelah Karantina

Taiwan Pertimbangkan Agar Pendatang Asing Lakukan Tes COVID-19 Setelah Karantina

Hari Senin (24/8/2020) Pusat Komando Epidemi Pusat (CECC) mengumumkan, Taiwan saat ini tengah mempertimbangkan apakah warga negara asing yang datang harus menjalani tes COVID-19 berbayar sendiri setelah selesai menjalani karantina selama 14 hari.

Masalah ini masih dipertimbangkan terutama karena perbedaan dalam penerimaan terhadap pemakaian masker dan kemudahan mencari perawatan medis, perihal tersebut diungkap oleh juru bicara CECC, Chuang Jen-hsiang, pada saat melakukan Konferensi pers di Taipei.

“Saat ini kami belum membahas detailnya, kami hanya memiliki gambaran yang sangat umum,” jawab Chuang kepada wartawan yang meminta klarifikasi lebih lanjut tentang masalah tersebut.

Pemahaman mereka tentang di mana mencari perawatan medis mungkin terbatas dan ada juga kasus (karena perbedaan budaya) di mana beberapa orang mungkin menunda mencari bantuan karena mereka berpikir gejala mereka akan sembuh sendiri, ini yang menjadi pertimbangan dasar dari keputusan tersebut.

Gagasan tes tambahan setelah karantina 14 hari tersebut sedang dibahas, namun belum ada rencana resmi. Meskipun demikian terdapat pro dan kontra dengan munculnya gagasan tersebut. Ide tersebut masih dipertanyakan oleh pakar kesehatan terkemuka lainnya, termasuk Su Ih-jen, mantan Direktur Jenderal Biro Pengendalian Penyakit Menular - pendahulu dari Pusat Pengendalian Penyakit.

"Alasan semua tidak jelas, jika warga negara asing yang datang masih harus membayar untuk tes COVID-19 setelah mereka melakukan karantina wajib 14 hari,” ujar Su.

Jika demi keselamatan komunitas, maka tes harus dibayar oleh Taiwan. Namun jika tes tersebut harus dibayar sendiri, maka tes harus dilakukan pada saat kedatangan. Selain itu, warga negara asing tanpa Sertifikat Penduduk Asing sudah harus memberikan hasil tes COVID-19 negatif yang dikeluarkan dalam tiga hari setelah keberangkatan yaitu sebelum mereka diizinkan untuk naik penerbangan ke Taiwan.

Hingga saat ini, jumlah total kasus COVID-19 di Taiwan terdapat sebanyak  487 pasien, dengan 395 diklasifikasikan sebagai kasus impor dan 7 pasien meninggal dunia.

[Etty]