NEWS

Maraknya Kelompok Pekerja Migran Ilegal Tertangkap Oleh Imigrasi Kaohsiung

Maraknya Kelompok Pekerja Migran Ilegal Tertangkap Oleh Imigrasi Kaohsiung

Satgas Khusus Departemen Imigrasi Kaohsiung berhasil menangkap Pekerja Migran Asing kaburan yang selama ini merajarela di rumah sakit besar kota Kaohsiung. Setelah 6 bulan menyamar untuk mencari bukti, akhirnya mereka berhasil menemukan tersangka utama yang bermarga Wu bersama dengan 3 agensi serta 7 Pekerja Migran Asing ilegal.

Polisi meringkus Wu yang telah memiliki pengalaman sebagai perawat selama 20 tahun. Meskipun sudah berumur 70 tahun, namun ia sangat mahir mengoperasikan gadgetnya. Tersangka menggunakan aplikasi LINE, Facebook untuk berkomunikasi dengan agensi ilegal, merekrut Pekerja Migran Asing kaburan untuk bekerja di rumah sakit. Hingga membentuk “Kelompok Penyalur PMA Ilegal”

Pada hari biasa, tersangka Wu berkeliaran di Rumah Sakit untuk membagikan kartu namanya dan menanyakan pihak keluarga pasien apakah membutuhkan perawat atau tidak. Tersangka bahkan meletakkan kartu namanya di tempat-tempat yang bisa terlihat jelas, seperti di koridor rumah sakit ataupun papan pengumuman. Apabila berhasil mengenalkan majikan yang ingin menggunakan jasanya, maka tersangka akan mendapatkan komisi sebesar 200NTD – 300NTD per harinya dari PMA ilegal tersebut.

Dengan alasan menikah dengan penduduk lokal, para pekerja migran ilegal ini mengecoh  para majikan yang secara tidak sadar menjadi korban mempekerjakan pekerja migran ilegal. Setiap pekerjaan yang didapatkan, Wu menarik tarif 1800NTD – 2000NTD perhari dari para pasien (majikan). Tidak hanya itu, dari pengakuan para pekerja migran ilegal ini, Wu juga mengenakan biaya lainnya sebesar 1000NTD - 3000NTD jika pasien yang di rawat melebihi 15 hari.

Imigrasi Kaoshiung menganjurkan agar para majikan lebih berhati-hati lagi dalam mempekerjakan pekerja migran, agar tidak menjadi korban dan dikenakan denda mempekerjakan pekerja migran ilegal sebesar 150.000NTD – 750.000NTD.

[Etty]