NEWS

Sakit Ginjal, Yulia Dipulangkan Setelah Lima Bulan Bekerja Di Arab Saudi

Sakit Ginjal, Yulia Dipulangkan Setelah Lima Bulan Bekerja Di Arab Saudi

Baru 5 bulan bekerja di Arab Saudi, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat dipulangkan karena menderita penyakit ginjal. Yulia Sulastri binti Asep Sutisna harus menunda impiannya bekerja di luar negeri dan pulang membawa keberhasilan. Warga Kampung Babakan Ciililin ini tidak dapat menyelesaikan kontrak kerja yang telah ditandatanganinya selama dua tahun.

"Alhamdulillah, Yulia sudah pulang ke Indonesia. Kami dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat atas seizin pak bupati dan pak kades menjemput langsung dari Bandara Soekarno Hatta," tutur Kepala Seksi Penempatan dan Perluasan Kerja pada Disnakertrans Kabupaten Bandung Barat, Sutrisno.

Lebih lanjut Sutrisno menjelaskan untuk memulangkan Yulia tidaklah mudah. Prosesnya membutuhkan waktu sampai 3 bulan. Pihaknya melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Berkat kerja keras semua pihak, akhirnya ia berhasil dipulangkan dengan selamat dan kembali kepada keluarga di Cililin disaksikan camat dan lainnya.

Berangkat Melalui Jalur Ilegal

Selama di Arab Saudi, Yulia bekerja pada sebuah keluarga di Kota Riyadh. Namun, keberangkatannya ke luar negeri tidak melalui jalur resmi. Meskipun demikian, sebagai warga Bandung Barat dan warga Indonesia tentunya kita tetap harus membantu pemulangannya.

Di tempat terpisah, Kepala Disnakertrans Kabupaten Bandung Barat, Iing Solihin kembali mengingatkan kepada masyarakat yang hendak bekerja di luar negeri agar menempuh jalur resmi. Selain lebih terjamin, juga terdaftar sehingga memudahkan untuk dilakukan pemantauan 

"Kami mengimbau dan mengingatkan kepada seluruh warga yang berniat kerja keluar negeri untuk menempuh prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah.  Namun kenyataannya masih ada saja yang berangkat secara ilegal,"  kata Iing Solihin.

Banyak pekerja migran Indonesia yang tersandung masalah dan bernasib tragis, seperti mengalami kekerasan, tidak mendapat gaji hingga depresi dengan status sebagai pekerja migran ilegal, karena tidak memiliki kekuatan hukum dan perlindungan di negara tujuan.

[Etty]