NEWS

Kurangnya Tempat Karantina, Depnaker Menyiapkan 120 Kamar Hotel Untuk Pekerja Migran

Kurangnya Tempat Karantina, Depnaker Menyiapkan 120 Kamar Hotel Untuk Pekerja Migran

Keterbatasan tempat karantina menjadi salah satu permasalahan masuknya pekerja migran asing di Taiwan. Untuk menanggulangi permasalah tersebut, Depnaker New Taipei City bekerja sama dengan Biro Pariwisata dan Biro Perlindungan Lingkungan mengatasi kesulitan kurangnya tempat karantina bagi pekerja migran yang masuk ke Taiwan dengan menyewa hotel yang memiliki kapasitas 120 kamar.

Banyak majikan yang mengeluh karena kurangnya tempat karantina bagi para pekerja migran. Untuk itu, Depnaker New Taipei City mengambil langkah dengan mentransformasi hotel yang sementara ini ditutup menjadi tempat karantina bagi pekerja migran. Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi banyaknya pekerja migran yang menunda penerbangan mereka untuk masuk Taiwan, akibat tidak adanya tempat karantina untuk menampung mereka.

Pekerja migran yang baru masuk ke Taiwan harus menjalani karantina selama 14 hari. Namun tidak boleh melakukan karantina mandiri, mereka harus melakukan karantina di tempat yang telah disediakan oleh pemerintah. Sehingga Depnaker New Taipei City mengambil langkah dengan menggunakan hotel yang sementara ini ditutup menjadi tempat karantina bagi pekerja migran.

Hotel tersebut di desain dengan memenuhi standar protokol pencegahan pandemi COVID-19,  seperti dipasang alat pengukur suhu badan di pintu masuk hotel yang sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh CECC Taiwan. Hotel tersebut memenuhi syarat seperti 4 standar bangunan karantina di New Taipei City, yaitu bangunan tunggal yang memiliki pengalihan dan pengiriman makanan, sarana transportasi dan pembuangan limbah kelas A, serta dilakukan penyemprotan desinfeksi.

[Etty]