NEWS

Dijanjikan Bekerja Sebagai ABK, 15 PMI Menjadi Tukang Sapu di Suriname

Dijanjikan Bekerja Sebagai ABK, 15 PMI Menjadi Tukang Sapu di Suriname

Budi Utama Hakim (24), pria asal Pandeglang, Banten bersama 14 pekerja migran Indonesia (PMI) lainnya berhasil dipulangkan kembali ke tanah air. Pria yang berasal dari Desa Pamarayan, Kecamatan Jiput ini, diberangkatkan oleh PT. Berjaya Putra Mandiri, yang beralamat di Bekasi Town Square (BETOS), Bekasi, Indonesia ke Suriname pada Februari 2020 lalu.

Korban melarikan diri dari mess agensi perusahaan di Suriname, karena kontrak kerja yang ditandatanganinya tidak sesuai dengan perjanjian. Awalnya korban dijanjikan menjadi pelaut. Namun setelah sampai di Suriname, ia dijadikan tukang sapu gudang selama 3 bulan. Sehingga mengakibatkan kehidupannya terlantar di negeri orang.

Mendapat informasi kondisi warganya tersebut, Irna Narulita yang saat itu masih menjabat sebagai Bupati Pandeglang langsung merespon untuk menolong. Irna mengajak anak kandungnya yaitu Rizki Natakusuma, yang saat ini menjabat sebagai anggota Komisi I DPR RI untuk bersama-sama menolong warganya. Akhirnya korban bisa dipulangkan ke tanah air dengan selamat. Budi bersama ke-14 pekeja lainnya tiba Bandara Internasional Soekarno Hatta dengan penerbangan KL 875 ETA dan tiba pada Senin (12/10/2020) sekitar 17.40 WIB.

Irna mengatakan perjuangan yang dilakukannya untuk memulangkan warganyanya itu tak sia-sia. Dia mengaku tidak sendiri, tetapi juga dibantu oleh anaknya (Rizki), masyarakat, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda).

“Alhamdulillah, perjuangan kita bersama membuahkan hasil walau memang tak secepat yang dibanyangkan. Saya sangat bersyukur dan sangat mengapresiasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia yang telah sama-sama bekerja keras dalam membantu memulangkan warga Pandeglang yang menjadi korban penipuan agen penyalur PMI di Suriname,” tutur Irna.

Setelah tiba di tanah air, Budi dan ke-14 pekerja migran tersebut menjalani karantina dan Swab Test di Wisma Pademangan. Jika semua dinyatakan tidak terpapar Covid-19, maka mereka akan difasilitasi kepulangannya oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) ke daerah masing-masing.

[Etty]