NEWS

Indonesia Kecewa : Seharusnya Taiwan Tidak Menghentikan Penerbangan PMI

Indonesia Kecewa : Seharusnya Taiwan Tidak Menghentikan Penerbangan PMI

Pemerintah Indonesia kecewa terhadap sikap Taiwan yang menghentikan penerbangan pekerja migran Indonesia (PMI) ke negeri dengan julukan Pulau Formosa tersebut hingga  batas waktu yang belum ditentukan. Tindakan ini diakibatkan tingginya tingkat penularan COVID-19 di Indonesia dan banyaknya PMI yang terkonfirmasi positif saat masuk ke Taiwan.

Pernyataan ini merespons sikap Pusat Komando Epidemi Taiwan (CECC) pada hari Rabu lalu (16/12/2020) yang mengeluarkan pengumuman untuk kembali memperpanjang penghentian sementara penerbangan PMI ke Taiwan.  

Menurut Menteri Kesehatan sekaligus Kepala CECC, Chen Shih-chung, banyak dari mereka yang sebelumnya telah menyertakan surat hasil tes swab (asam nukleat) negatif COVID-19 sebelum keberangkatan, sehingga pemerintah Taiwan pun mempertanyakan apakah hasil tes tersebut benar-benar akurat atau tidak.

Menyikapi hal tersebut, pemerintah Indonesia menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan Taiwan, mereka berjanji akan menyelidiki ke-14 PJTKI yang telah dibekukan, karena terdapat banyak PMI positif COVID-19 saat tiba di Taiwan. Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani menyatakan bahwa pemerintah Taiwan seharusnya tidak mengambil keputusan terlalu dini sebelum hasil penyelidikan keluar.

Lebih lanjut Benny mengatakan, saat ini ke-12 PJTKI terkait di atas sudah di bawah pengawasan pemerintah telah meningkatkan pusat pelatihan serta asrama untuk para pekerja migran. Sementara 2 agen lainnya masih perlu memperbaiki protokol pencegahan pandemi.

Benny menegaskan bahwa Indonesia serius dalam protocol pencegahan pandemi sekaligus melindungi kesehatan pekerja migrannya. Dia berharap pemerintah Taiwan menghormati hasil investigasi Indonesia dan menghapus larangan masuk bagi para pekerjanya.

[Etty]