NEWS

Polisi Tangkap Agensi Peminjaman Uang Ilegal Dengan Bunga Tinggi Pada Pekerja Migran

Polisi Tangkap Agensi Peminjaman Uang Ilegal Dengan Bunga Tinggi Pada Pekerja Migran

Biro Investigasi Kriminal Taiwan (CIB) berhasil menangkap agensi tenaga kerja yang melakukan bisnis peminjaman uang kepada pekerja migran asing secara ilegal dengan bunga yang sangat tinggi di Taiwan. Pelaku bermarga Hwang (56) merupakan pemimpin dari kelompok yang mengatasnamakan agensi pekerja migran tersebut.

Pada investigasi awal polisi menunjukkan bahwa Hwang mengoperasikan 5 perusahaan agensi tenaga kerja migran yang terdaftar atas nama anggota keluarga dan secara tidak sah meminjamkan uang dengan tingkat bunga tahunan lebih dari 100 persen kepada pekerja migran yang membutuhkan. Dalam melakukan aksinya mereka memanfaatkan pekerja migran dari Thailand, Indonesia, Filipina dan Vietnam yang sudah mempunyai gaji tetap.

Mengetahui para pekerja tidak memiliki pengetahuan tentang bahasa Mandarin dan sangat membutuhkan uang, Hwang juga menipu mereka untuk menandatangani penugasan perjanjian klaim dalam upaya untuk menghindari tanggung jawab hukum. Agensi ilegal tersebut menggunakan peluangnya dengan cara meminjamkan uang kepada para pekerja migran khususnya mereka yang membutuhkan uang untuk kebutuhan mendesak dengan laba yang sangat tinggi.

Dalam pencariannya di kabupaten Changhua, CIB berhasil menangkap 13 orang termasuk Hwang dan menyita barang bukti uang tunai lebih dari NTD 12,65 juta. Berdasarkan dugaan CIB, dalam kurun waktu 7 tahun Hwang telah meminjamkan uang lebih dari NTD 780 juta kepada pekerja migran dan telah menghasilkan keuntungan sebesar NTD 70 juta.

CIB mengatakan bahwa jumlah korbannya sudah mencapai ribuan orang. Suku bunga yang digunakan kelompok itu melebihi suku bunga tahunan 100%. Sebagai contoh, jika seorang pekerja migran meminjam uang NTD 40.000 maka bunga setiap bulannya lebih dari NTD 7.000 sehingga dalam satu tahun bunganya dapat mencapai NTD 80.000. Hwang bersama kawan-kawannya mengambil keuntungan yang besar.

Saat ini polisi telah menyerahkan 13 tersangka ke Kantor Kejaksaan Distrik Changhua yang akan menentukan apakah ada cukup bukti untuk mengajukan tuntutan.

[Etty]