NEWS

6 Tahun Tidak Digaji, Pariyem Nekat Loncat dari Lantai Dua Rumah Majikan

6 Tahun Tidak Digaji, Pariyem Nekat Loncat dari Lantai Dua Rumah Majikan

Seorang Pekerja Rumah Tangga (PRT) nekat melarikan diri dari rumah majikannya setelah enam tahun bekerja tidak digaji dan kelaparan. Perempuan kelahiran Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Pariyem (44) kabur dari rumah majikannya pada Selasa kemarin (16/2/2020) dengan cara melompat dari lantai dua rumah majikan tempatnya bekerja.

Perempuan yang memiliki seorang anak ini mengaku kelaparan dan dikunci di rumah majikannya yang berada di Jalan Ir Juanda, Kota Probolinggo tersebut. Kini ia bisa bernapas lega, setelah 6 tahun tidak bisa keluar dari rumah majikannya. Pariyem mengaku sudah bertahun-tahun tidak menerima gaji. Pelariannya ini diketahui warga, ia kemudian diamankan dan dipertemukan dengan keluarga majikannya disaksikan kelurahan setempat.

“Akhirnya kami diantar ke sini, ini rumah anak tiri saya. Saya enggak punya rumah,” kata Pariyem.

Saat ini ia tinggal di rumah Chandra, anak tirinya, yang berada di Jl. Panglima Sudirman, Kota Probolinggo. Sejak tahun 2014 hingga sekarang bekerja di rumah pasangan suami istri MN dan Usman, ia hanya sekali menerima uang sebesar Rp 500.000 saat menjelang lebaran. Meskipun kelaparan ia harus menahannya, jika meminta ia akan ditampar oleh MN. Tak hanya soal makan, Pariyem yang tinggal bersama putrinya di rumah majikannya tersebut sering dipukuli, jika mengerjakan sesuatu yang tidak cocok dengan sang majikan.

Sang putri juga pernah ditendang. Anaknya yang masih berusia 10 tahun tersebut, sempat mengenyam pendidikan 2 tahun setelah itu berhenti. Sang putri tidak dapat bersekolah karena tidak ada yang mengantar. Pariyem tidak dapat mengantarkan anaknya ke sekolah karena tidak diperbolehkan keluar rumah.

Setelah 6 tahun dipekerjakan, Pariyem yang tinggal bersama putrinya akhirnya nekat turun dari lantai dua menuju lantai pertama. Ia kemudian menuju ke jalan untuk mencari makanan. Namun hal ini diketahui oleh warga, ia kemudian diantar ke rumah majikannya untuk meminta pertanggungjawaban.

Permasalahan ini akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan dan damai. Kedua belah pihak saling memaafkan, serta uang gaji sebesar Rp 12.000.000 telah dibayarkan.

[Etty]