NEWS

MOL Izinkan Perpanjang 6 Bulan Bagi Pekerja Migran Yang Telah Habis Masa Kerja di Taiwan

MOL Izinkan Perpanjang 6 Bulan Bagi Pekerja Migran Yang Telah Habis Masa Kerja di Taiwan

Pandemi COVID-19 masih terus bergejolak, meskipun beberapa negara di belahan dunia telah memulai vaksinasi termasuk Indonesia. Untuk mengurangi penularan lintas batas, Rabu lalu (9/3/2021) Depnaker Taiwan kembali mengumumkan diberlakukannya perpanjangan kontrak bagi pekerja migran yang masa kerjanya sudah habis.

Berdasarkan Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan, pekerja migran yang dipekerjakan sebagai pekerja rumah tangga (PRT) diizinkan untuk tetap terikat kontrak hingga 14 tahun pada satu majikan. Sedangkan untuk pekerja di sektor formal, maksimalnya adalah 12 tahun. Namun dikarenakan pandemi COVID-19, pemerintah Taiwan telah memberikan perpanjangan bagi mereka yang hampir menyelesaikan masa kerja maksimum mereka sejak Maret tahun lalu.

Dalam periode 17 Maret hingga 30 Juni, majikan dapat mengajukan perpanjangan 6 bulan bagi pekerja migran yang memiliki sisa kontrak kurang dari empat bulan. Sejak 17 Maret 2020 lalu, perpanjangan telah dibagi kedalam tiga periode yaitu dua periode selama 3 bulan dan satu periode selama 6 bulan.

Hingga akhir Februari, sebanyak 10.653 dokumen untuk perpanjangan kontrak telah diterima oleh pemerintah, 3.929 di antaranya adalah untuk pekerja rumah tangga. Kebijakan ini sudah ditetapkan untuk yang ke-empat kalinya. Sebelumnya izin kerja hanya bisa diperpanjang selama tiga bulan saja dan enam bulan.

Hal tersebut dilakukan untuk menghindari transmisi lintas batas antar negara akibat pandemi COVID-19 serta mengatasi permasalahan kekurangan pekerja di Taiwan.

[Etty]