NEWS

Jika Penularan COVID-19 Indonesia Dibawah 5000, PMI Diizinkan Masuk Taiwan

Jika Penularan COVID-19 Indonesia Dibawah 5000, PMI Diizinkan Masuk Taiwan

Waktu dibukanya kembali pengiriman Pekerja migran Indonesia (PMI) ke Taiwan belum juga menemui kepastian. Dalam konfrensi pers, juru bicara Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), Zhuang Ren-Shiang mengatakan bahwa pengiriman PMI ke Taiwan akan dibuka jika jumlah kasus baru penularan COVID-19 di Indonesia per harinya di bawah 5000 pasien.

Sejak 4 Desember 2020, Taiwan memutuskan untuk menutup sementara pengiriman PMI ke Taiwan karena banyaknya PMI yang terkonfirmasi COVID-19 saat tiba di Taiwan. Namun beberapa hari lalu, CECC mendiskusikan usulan kemenaker terkait pencabutan penutupan pengiriman PMI ke Taiwan. CECC menyetujui dengan beberapa syarat yaitu rumah sakit tempat untuk PCR para PMI harus berdasarkan rekomendasi Taiwan dan jumlah pengiriman setiap harinya dibatasi sebanyak 46 orang PMI.

Setiap PMI yang datang ke Taiwan harus memiliki sertifikat negatif PCR dari institusi medis bersertifikat yang direkomendasikan oleh Taiwan. Hal ini untuk memperketat langkah-langkah anti-epidemi di pusat pelatihan Indonesia (PJTKI). Selain itu, untuk menghindari adanya infeksi PMI yang akan ke Taiwan maka harus dilakukan pemeriksaan ganda baik di dalam maupun luar negeri.

Taiwan merupakan negara yang berhasil menanggulangi COVID-19 selama satu tahun pandemi. Negara dengan julukan Pulau Formosa ini hanya mencatat 1005 pasien positif COVID 19. Hingga saat ini, penularan COVID-19 di Indonesia setiap harinya masih tergolong cukup tinggi. Dalam beberapa hari terakhir,penambahan kasus baru COVID-19 terdapat sebanyak 5.600 kasus setiap harinya. Menurut Zhuang Ren-Shiang, sampai pandemi mereda atau penambahan kasus baru di bawah 5000, kemungkinan mereka akan berdiskusi untuk dibuka kembali pengiriman PMI ke Taiwan.

[Etty]