NEWS

MENAKER Meminta Taiwan Membantu Para Pelaut Agar Pulang ke Tanah Air

MENAKER Meminta Taiwan Membantu Para Pelaut Agar Pulang ke Tanah Air

Sekitar 400 awak kapal Indonesia yang bekerja di kapal-kapal non-Taiwan yang terdampar di perairan Taiwan hingga saat ini belum dapat pulang ke Tanah Air, dikarenakan belum adanya izin otoritas berwenang di Taiwan untuk sign off (keluar) dari Taiwan.

Menyikapi hal tersebut, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Indonesia, Ida Fauziyah meminta pemerintah Taiwan untuk membantu para pelaut Indonesia (WNI) dengan memberikan izin agar mereka dapat merapat ke pantai pesisir Taiwan dan kemudian keluar untuk dapat pulang ke tanah air. Permintaan tersebut disampaikan oleh Menaker ke Kepala Kantor Taipei Economic and Trade Office in Jakarta (TETO Jakarta), John Chen.

Atas dasar kemanusiaan, Indonesia meminta pemerintah Taiwan segera memberikan izin untuk menghindari hal-hal yang tidak memungkinkan. Mengingat kondisi para awak kapal sudah sangat rentan, baik secara fisik maupun mental.

Saat ini pemerintah Taiwan masih mencari solusi yang tepat agar para awak kapal tersebut dapat memperoleh transportasi dan bisa kembali ke Indonesia. Menyinggung perihal pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) ke Taiwan, Menaker Ida mengusulkan agar pemerintah Indonesia dan Taiwan duduk bersama untuk menyikapi calon PMI yang telah memiliki visa (sebelum terkena kebijakan zero cost) serta calon PMI yang belum memiliki visa pasca dikeluarkannya kebijakan zero cost.

Berdasarkan data Kemnaker, saat ini PMI yang bekerja di Taiwan berjumlah sekitar 265.000 orang pekerja migran. Jumlah tersebut merupakan terbanyak ke dua setelah Malaysia. Taiwan merupakan negara kedua favorit tujuan pekerja migran Indonesia, hal ini tidak terlepas dari baiknya perlindungan dan kesejahteraan yang diterima oleh para PMI di  Taiwan.

[Etty]