NEWS

Kota Wuhan Kembali Membuka Layanan Kereta

Berbeda dengan negara-negara lain seperti Amerika atau Italia, di China khususnya kota Wuhan yang merupakan negara pertama kali ditemukannya kasus Covid-19 berangsur-angsur mengalami penurunan dan membaik.
 
Details

Aksi Terpuji Ani, Kembalikan 800 Masker Yang Terjatuh di Jalan

Ani berpikir, jika ditaruh di jalanan, masker yang saat ini sangat sulit dicari pun dapat diambil orang tak dikenal. Ia pun kemudian berpikir, di sebelahnya adalah RS. Guang Tien, memberikannya kepada petugas keamanan tentu lebih aman. Saat itu petugas yang berjaga adalah Tong Hong Zhan (童鴻展) di area gawat darurat.

Details

Himbauan Presiden Tsai Ing Wen: Jangan Panik!

Lebih lanjut ia juga meminta agar masyarakat menahan diri dalam berbelanja sehingga tidak terjadi pembelian bahan-bahan yang berlebihan, setelah pengumuman pemerintah pada 23 kasus COVID-19 lalu.  Tsai berjanji bahwa persediaan barang-barang konsumen akan tetap stabil, tetapi memperingatkan bahwa "jika orang ditemukan menimbun persediaan atau memanipulasi harga, mereka akan menghadapi denda berat. "

Details

Masa Kontrak Kerja Perawat Pasien di Taiwan Diperpanjang Menjadi 20 Tahun

Perencanaan perpanjangan kontrak kerja pekerja migran yang merawat pasien di Taiwan yang semula 14 tahun menjadi 20 tahun masih dalam masa peninjauan. Anggota legislatif dari partai DPP Qiu Zhi Wei dan legislator KMT, Zeng Ming Cong telah mengusulkan amandemen UU Layanan Ketenagakerjaan tentang perpanjangan masa kerja bagi pekerja perawat pasien.
Details

Pekerja Migran Yang Cuti ke Tanah Air Untuk Sementara Tidak Bisa Kembali ke Taiwan

Pemerintah Taiwan mengeluarkan pernyataan bahwa para pekerja asing di Taiwan tidak diperbolehkan untuk mengambil cuti ke negara asal. Jika masih melakukan cuti, mereka tidak diizinkan kembali ke Taiwan. Sementara itu, jika akan kembali ke Taiwan dalam waktu dekat akan dikarantina selama 14 hari dan dijemput oleh petugas kesehatan secara khusus.

Details

Taiwan Menutup Kedatangan Wisatawan Asing

Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu kemudian mengumumkan, bagi warga asing yang memiliki dokumen berupa ARC, surat tugas diplopatik resmi, surat keterangann usaha masih diizinkan memasuki Taiwan dengan mengikuti peraturan pencegahan epidemi dalam negeri dan menjalani karantina pribadi di rumah selama 14 hari. Tindakan ini dilakukan karena  peningkatan mendadak dalam kasus pulang dari Eropa, Mesir, dan Turki, serta 1 pasien pulang berlibur dari Bali.  

Details

Waldi Jatuh Koma dan Tidak Punya Jaminan Kesehatan

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, begitulah pepatah mengatakan, Seperti halnya cobaan yang menimpa Waldi, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Indramayu, Jawa Barat. Ia harus menjalani perawatan di  Intensive Care Unit (ICU) Cardinal Tien Hospital, New Taipei City. Rabu (11/03) Waldi terjatuh saat berada di messnya yang berada di daerah Wuhai. Saat terjatuh lelaki yang memiliki riwayat darah tinggi tersebut tidak dapat bangun lagi, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.
 
Details

Semua PMI Yang Datang ke Taiwan Harus Melakukan Cek Kesehatan

Berdasarkan regulasi terkait, para pekerja migran yang datang atau kembali ke Taiwan juga harus melakukan cek kesehatan dalam waktu 3 hari sejak kedatangannya. Namun, jika mereka tidak dapat pergi ke rumah sakit untuk cek kesehatan dalam masa karantina selama 14 hari, maka Kementerian Tenaga Kerja pun menyatakan, para pekerja migran tersebut dapat melakukan cek kesehatan dalam waktu 3 hari setelah masa karantina selesai.

Details

Alat Pendeteksi Suhu Tubuh Akan Ada di MRT Taipei

Guna mencegah penularan Covid-19, kepala bagian hubungan media Taipei Rapid Transit Co. (TRTC), Ling Chi Yao (凌啟堯), mengatakan bahwa kamera termografi telah dibeli yang  akan ditempatkan di stasiun dengan volume komuter dan wisatawan tinggi, seperti Taipei Main Station (TMS), Stasiun Ximen, Stasiun Banqiao, Stasiun Taipei City Hall, Stasiun Kuil Longshan, dan Stasiun Zhongxiao Fuxing.
Details

Biaya Pengobatan Melejit, Majikan Terpaksa Galang Donasi Biaya Operasi Radang Otak Pekerjanya

Seorang majikan di Singapura menggalang donasi untuk membantu dana pengobatan  pekerjanya yang menderita radang otak. Adalah Siti Sariyah bt Murbaksari (33) seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah bekerja di Negeri Singa sejak tahun 2018. Siti divonis dokter mengalami radang otak yang merusak sistem kekebalan tubuh.
 
Details